Pengalaman Seks Pertama Dengan Tanteku

bokep99adminSeptember 1, 2017Views 1148
jika link film error/ tidak bisa play , silahkan klik tombol option dan pilih link yang active .

Pertama kali aku mengenal seks adalah saat aku duduk di kelas 2 SMP. Waktu itu aku tinggal bersama pamandi kota Jember, sedangkan keluargaku tinggal di kota Surabaya. Beda dengan saat tinggal bersama keluargaku, di rumah pamanini aku relatif bebas bergerak sesukaku, apalagi pamanku yang anggota TNI sering tidak berada dirumah sementara istrinya, Bi Inah, tidak berani melarangku.

Salah satu hobi beratku waktu itu adalah melototin TV sampai larut malam. Hingga suatu saat, ada sebuah film menarik yang sedang aku tonton, yang ternyata juga sempat membuat Bi Inah betah menontonnya hingga larut malam. Saat itu aku hanya berdua dengan Bi Inah. Maka ketika sesekali Bi Inah berkomentar, aku langsung menyahut sekenanya. Sampai suatu saat ada adegan yang agak porno dan panas, tiba-tiba Bi Inah nyeletuk: “Heh, yang ini kamu gak boleh lihat, masih kecil!” katanya sambil matanya tetap melotot ke layar TV.

Tanpa pikir panjang dan tanpa sadar bahwa Bi Inah adalah istri pamanku sendiri, waktu itu aku menyahut dengan nada agak nakal. “Udah di sunat kok Bi, tinggal nyoba pakeknya yang belum,”. Kataku.

Mungkin karena merasa risih atau sungkan, waktu itu Bi Inah hanya diam dan tidak langsung menanggapi celoteh nakalku. Entah kenapa, waktu itu aku seperti sengaja memancing agar Bi Inah mau ngomong yang jorok-jorok. Maka akupun terus berceloteh sesukaku. Dan tiba-tiba Bi Inah membuka mulutnya.

‘Emang kamu ngerti yang gituan?”

“Ngerti dong. Wong nggak sulit kok!”

“Kalau ngerti ya udah!” katanya sambil melirik ke arahku.

Setelah beberapa saat kami saling terdiam, lalu aku coba membuka pembicaraan lagi. Dan kali ini aku sengaja lebih mengarah.

‘Bi, katanya kalau pertama begituan rasanya sakit yah?”

“Nggak tahu!”

“Lho, waktu pertama dulu bibi merasa gimana?”

“Lupa!”

“Kalau udah sering gituan, enak ya Bi?”

“Ahh kamu mau tahu aja!”

“Ya emang pingin tahu, Bi!” kataku sambil menahan nafas yang terasa mulai menyesakkan dada. Dan sejurus kemudian, istri pamanyang masih terlihat cantik dengan tubuh yang padat berisi itu tiba-tiba menatapku tajam. Aku yang waktu itu masih kuper, hanya bisa membalasnya dengan senyum kecut, karena takut kalau-kalau dia marah dan melaporkan kelakuanku kepada paman. Tetapi, entah setan mana yang tiba-tiba datang dan sengaja menebar godaan, hingga tiba-tiba aku memberanikan diri mendekat kearah sofa tempat duduk Bi Inah.

Seperti sengaja memberiku kesempatan, waktu itu Bi Inah hanya diam saja ketika tangannya aku pegang-pegang. Dan aku yang mulai tak terkendali, terasa semakin berani melangkah lebih jauh. “Jangan Bob! Aku ini bibimu!,” rintihnya ketika tanganku mulai menelusup masuk kebalik baju dasternya yang longgar.

‘Bi, ayo Bi. Aku ingin sekali merasakan!” rengekku.

Dan, Ouuw, tanpa banyak ba-bi-bu lagi, tangan Bi Inah langsung meraih selangkanganku, meremas kemaluanku dengan lembut sambil matanya sedikit terpejam. Lalu aku balas dengan meremas buah dadanya yang masih kenyal dan menggemaskan. Dan setelah aku berhasil melucuti daster Bi Inah, ganti dia yang dengan cekatan menarik resleting celanaku, lalu menariknya hingga aku telanjang.

Bi Inah langsung jongkok di hadapanku. Lalu dengan lahapnya dia melumat kemaluanku sampai seluruh bagian diselangkanganku. Aku hanya bisa merem-melek dibuatnya. “Ouuhhg, terus Bi, terusss Bi.!” Kataku seperti melayang-layang terbuai kenikmatan.

Setelah puas melumat alat vitalku, Bi Inah lalu berdiri persis dihadapanku sambil menyorongkan vaginanya ke mukaku. Tanpa merasa jijik, akupun menjilati lobang vagina Bi Inah yang sudah mulai basah. “Oughh Bob, teruss Bob.. terussss,.. ahhhh,!” celotehnya sambil terus menekan-nekan vaginanya ke arah mulutku.

‘Teruss Bob, bibi hampirrrr, ooughh…!” erangnya sambil mendekapkan kepalaku kearah selangkangannya. Dan tiba-tiba Bi Inah mendorongku hingga aku rebah di Sofa. Lalu dia menindihku, sementara tangan kirinya menuntun kemaluanku ke lobang Vaginanya. “OOuuugghhh… SSsttttss!!” rintihnya ketika kemaluanku sudah terjepit di selangkangannya. Bi Inah yang nampak mulai hilang kesadarannya itu, mulai menggoyangkan tubuhnya. Matanya terpejam, sedangkan dari bibirnya terus mendesis seperti ular kobra yang hendak mematukkan bisanya. “OOOuuuugghhhhhh…….Aku kellluuuaarrrr BBoooobb,!!” Jeritnya tertahan, sementara tanganya mendekapku erat-erat. Lalu dia menggolosoh di sampingku.

‘Bi, aku belummm,!” bisikku ketelinganya.

Lalu, bibi menarikku keatas tubuhnya yang sudah basah oleh keringat. Sambil tetap memejamkan matanya, Bi Inah meraih kemaluanku dan menuntunnya masuk ke lobang memeknya yang sudah basah kuyup. “Ayo Bob,.. “ katanya lirih… Dan, “OOuugghhh,… SSsttssss, achhhhhh,.. Biiii,!!”.. Spermaku pun muncrat dengan deras setelah lima belas menit lamanya aku menggesek-gesekkan kemaluanku dalam lobang vaginanya.

Sejak kejadian malam itu, hampir setiap saat ketika pamantidak ada dirumah, akulah yang menggantikan pamanuntuk memuaskan nafsu birahi bibiku. Dan kapanpun bibi mau, di kamar, di ruang tamu, di dapur ataupun di kamar mandi, aku selalu dapat memuaskan nafsu bibiku.

Categories